Jumat, 26 Juli 2013

Bahagia itu Lebaran



BAHAGIA ITU LEBARAN
            Baru saja kemarin ramadhan, tidak kerasa sudah mau selesai dan berakhir satu bulan penuh hikmah ini. Indah rasanya menyambut ramadhan dengan penuh kenikmatan aku ucapikan rasa syukur kepada Allah SWT aku masih bisa menikmati bulan yang di tunggu-tunggu oleh hampir semua umat ini, ya… bulan puasa ini. Kenapa bulan puasa ?? karena di  bulan ini Allah SWT memberikan rahmat bukan kepada umat islam saja tapi kesemua umat.
            `Tidak terasa waktu cepat berlalu, tapi yang aku nanti-natikan adalah ketika menyambut lebaran yang dimana suatu kebudayaan yaitu mudik akan berlangsung dan berkumpul dalam keluarga dengan penuh kehangatan dan senyum bahagia. Bukan sekedar lebaran, tapi kebahagian itu bisa dinikmati bersama-sama. Aku mempunyai sebuah cerita pendek tentang lebaran yaitu mudik. Begini ceritanya.
            Tinggal menghitung hari lebaran akan segera datang, tepatnya 3 hari lagi. Asalku di pandeglang tapi aku tinggal bersama ayah dan ibuku di tanggerang karena mereka bekerja di tanggerang, yang di pandeglang itu adalah rumah nenekku, iya aku di lahirkan disana. Senang rasanya mudik ke rumah nenekku karena disana tali persaudaraannya sangat erat tidak kayak di perumahan-perumahan kota yang cuek terhadap tetangga di sebelahnya, apalagi yang jauh. Inilah hari yang aku tunggu-tungu sudah lama aku tidak pulang, satu tahun sekali mungkin. Mudik ini merupakan suatu kebudayaan keluargaku. Aku pulang menggunakan mobil ayah baruku, aku ingat waktu aku sd dulu masih berumur 11 tahunnan, kami pulang menggunkan motor ditumpuk 3 hhaaahaa….. tapi tetep seru !!!
            Alhamdulillah mungkin karena aku sudah besar sekarang sudah smp kls 2 ayah tidak bisa mengajak pulang aku menggunakan motor lagi karena takut di tilang, ayah akukan sangat ta’at terhadap aturan. Maka kun fayakun eng I eng datanglah mobil. Dan sekarang kami bisa mudik mundar-mandir tanpa takut kehujanan karena sudah ada rumah berjalan yang melindungi kami di setiap jalannya, Alhamdulillah Barokallah hulailikaa ……..
Indah rasanya di setiap perjalannya itu penuh dengan pemandangan. Waktu yang ditempuh dari tanggerang ke pandeglang membutuhkan waktu kurang lebih 4 jamman. Rumah nenekku tepatnya di pandeglang, menes jiput. Kampung itu sangat sejuk dan indah sekali. Udaranya masih segar masih jauh dari polusi, makannya orang-orang sana pada sehat dan tidak setres, tidak di kota penuh kebisingan, pabrik, kendaraan dan macem-macemlah. Di setiap perjalanan rasanya menyenangkan dan asyik sekali sampai-sampai aku tidak sadar sudah sampai lagi di tempat yang aku tunggu-tunggu, Rumah Nenekku. Alhamdulillah meski sempat ada kendala sedikit, yaitu macet tapi kami pulang dengan selamat. Sukses dalam sebuah perjalan indah rasanya. Aku mencium nenekku yang sudah menungguku di depan rumah, senyumnya, kerinduannya terhadap anak dan cucunya, terlihat dari sorotan matanya yang penuh kerinduan. Senang sekali rasanya bisa meet and greet bersama nenek ( kaya artis aja hehehee) ini semua karena Tuhan Allah SWT. Coba bulan puasa diadakan jangan satu tahun sekali bila perlu setiap tahun 12 kali, biar aku bisa bertemu nenek dan bisa merasakan barokahnya bulan puasa. Aku menikmnati liburan mudikku di kampung jiput menes, terimakasih tuhan aku bisa merasakan kenikmatan ini, semoga rasa syukur ini bisa diterima olehMu dan tidak di cabut. Amin. Disana aku melakukan sesuatu yang menurutku indah yaitu menyalakan kembang api di temani keluargaku. Indah rasanya 

 semoga dapet AMIN
www.newkube.co.id