BAHAGIA
ITU LEBARAN
Baru
saja kemarin ramadhan, tidak kerasa sudah mau selesai dan berakhir satu bulan
penuh hikmah ini. Indah rasanya menyambut ramadhan dengan penuh kenikmatan aku
ucapikan rasa syukur kepada Allah SWT aku masih bisa menikmati bulan yang di
tunggu-tunggu oleh hampir semua umat ini, ya… bulan puasa ini. Kenapa bulan
puasa ?? karena di bulan ini Allah SWT
memberikan rahmat bukan kepada umat islam saja tapi kesemua umat.
`Tidak
terasa waktu cepat berlalu, tapi yang aku nanti-natikan adalah ketika menyambut
lebaran yang dimana suatu kebudayaan yaitu mudik akan berlangsung dan berkumpul
dalam keluarga dengan penuh kehangatan dan senyum bahagia. Bukan sekedar
lebaran, tapi kebahagian itu bisa dinikmati bersama-sama. Aku mempunyai sebuah
cerita pendek tentang lebaran yaitu mudik. Begini ceritanya.
Tinggal
menghitung hari lebaran akan segera datang, tepatnya 3 hari lagi. Asalku di
pandeglang tapi aku tinggal bersama ayah dan ibuku di tanggerang karena mereka
bekerja di tanggerang, yang di pandeglang itu adalah rumah nenekku, iya aku di
lahirkan disana. Senang rasanya mudik ke rumah nenekku karena disana tali
persaudaraannya sangat erat tidak kayak di perumahan-perumahan kota yang cuek
terhadap tetangga di sebelahnya, apalagi yang jauh. Inilah hari yang aku
tunggu-tungu sudah lama aku tidak pulang, satu tahun sekali mungkin. Mudik ini
merupakan suatu kebudayaan keluargaku. Aku pulang menggunakan mobil ayah
baruku, aku ingat waktu aku sd dulu masih berumur 11 tahunnan, kami pulang
menggunkan motor ditumpuk 3 hhaaahaa….. tapi tetep seru !!!
Alhamdulillah
mungkin karena aku sudah besar sekarang sudah smp kls 2 ayah tidak bisa
mengajak pulang aku menggunakan motor lagi karena takut di tilang, ayah akukan
sangat ta’at terhadap aturan. Maka kun fayakun eng I eng datanglah mobil. Dan
sekarang kami bisa mudik mundar-mandir tanpa takut kehujanan karena sudah ada
rumah berjalan yang melindungi kami di setiap jalannya, Alhamdulillah Barokallah
hulailikaa ……..
Indah rasanya di setiap
perjalannya itu penuh dengan pemandangan. Waktu yang ditempuh dari tanggerang
ke pandeglang membutuhkan waktu kurang lebih 4 jamman. Rumah nenekku tepatnya
di pandeglang, menes jiput. Kampung itu sangat sejuk dan indah sekali. Udaranya
masih segar masih jauh dari polusi, makannya orang-orang sana pada sehat dan
tidak setres, tidak di kota penuh kebisingan, pabrik, kendaraan dan
macem-macemlah. Di setiap perjalanan rasanya menyenangkan dan asyik sekali
sampai-sampai aku tidak sadar sudah sampai lagi di tempat yang aku
tunggu-tunggu, Rumah Nenekku. Alhamdulillah meski sempat ada kendala sedikit,
yaitu macet tapi kami pulang dengan selamat. Sukses dalam sebuah perjalan indah
rasanya. Aku mencium nenekku yang sudah menungguku di depan rumah, senyumnya,
kerinduannya terhadap anak dan cucunya, terlihat dari sorotan matanya yang
penuh kerinduan. Senang sekali rasanya bisa meet and greet bersama nenek ( kaya
artis aja hehehee) ini semua karena Tuhan Allah SWT. Coba bulan puasa diadakan
jangan satu tahun sekali bila perlu setiap tahun 12 kali, biar aku bisa bertemu
nenek dan bisa merasakan barokahnya bulan puasa. Aku menikmnati liburan mudikku
di kampung jiput menes, terimakasih tuhan aku bisa merasakan kenikmatan ini,
semoga rasa syukur ini bisa diterima olehMu dan tidak di cabut. Amin. Disana
aku melakukan sesuatu yang menurutku indah yaitu menyalakan kembang api di
temani keluargaku. Indah rasanya
semoga dapet AMIN
www.newkube.co.id